Kami menyediakan in-house public special training untuk kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan sistem anda

Silahkan klik menu pelatihan kami dibawah ini atau kembali ke Ketegori training and coaching kami

 


Hard Skill and Soft Skill Training

Training yang bertujuan untuk meningkatkan hard skill and soft skill staff dan personnel

Penggunaan bahan-bahan kimia memiliki potensi bahaya yang cukup besar. Sudah banyak kejadian kecelakaan yang sangat fatal diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan bahan kimia didalam proses industri. Untuk mencegah terjadinya dampak yang dapat merusak lingkungan hidup, kesehatan manusia, dan makhluk hidup lainnya diperlukan pengelolaan bahan kimia secara terpadu sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemahaman terhadap sifat bahaya bahan kimia adalah kunci pokok dalam melakukan pengelolaan bahan kimia. Pengelolaan ini meliputi keseluruhan siklus dalam penggunaan bahan kimia dimulai dari transportasi, penyimpanan, pemakaian sampai pada pembuangan.
Meningkatnya penggunaan bahan berbahaya dan beracun pada berbagai kegiatan antara lain pada kegiatan perindustrian, pertambangan, kesehatan dan kegiatan lainnya, mendorong perlunya pemahaman akan proses identifikasi hingga langkah – langkah dalam pengelolaan limbah B3 sesuai dengan persyaratan hukum yang berlaku. Definisi limbah B3 berdasarkan BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia
Untuk perusahaan yang menginginkan perbaikan terus menerus dalam pengelolaan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L), risk assessment menjadi hal yang utama dalam penilaian bahaya/dampak lingkungan serta penentuan tindakan pengendalian yang efektif. Ada dua pendekatan dalam usaha pencegahan dan pengendalian kecelakaan kerja yang dapat dilakukan. Cara pertama dilakukan dengan melakukan investigasi terhadap suatu kecelakaan yang terjadi untuk mencari akar masalahnya (root causes), lalu membuat program untuk mencegah kecelakaan yang sama terulang kembali di masa yang akan datang. Cara ini dikenal dengan pendekatan reaktif. Cara kedua adalah dengan melakukan identifikasi bahaya atau kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, lalu dianalisa dan dievaluasi tingkat resikonya (peluang dan konsekuensinya) untuk menentukan porioritas dan usaha-usaha atau program pencegahaan dan pengendalian kecelakaan yang perlu dilakukan
Manajemen Perubahan adalah bagian yang sangat penting untuk menjamin bisnis dan proses yang dilakukan tidak mengalami kerugian karena sudah banyak sekali kecelakaan yang muncul karena lalai dalam membuat manajemen perubahan
Penaatan hukum di bidang lingkungan hidup oleh para pelaku kegiatan di bidang lingkungan hidup mutlak diperlukan untuk mencegah dampak negatif dari kegiatan yang dilakukan. Meluasnya kasus-kasus pencemaran dan perusakan lingkungan seperti pencemaran air dan udara, penurunan kualitas lingkungan perkotaan dan perusakan ekosistem yang terjadi akhir-akhir ini mendesak Pemerintah untuk secara serius meningkatkan efektifitas penegakan dan pengawasan lingkungan
Globalisasi perdagangan saat ini memberikan dampak persaingan sangat ketat dalam segala aspek khususnya ketenagakerjaan yang salah satunya mempersyaratkan adanya perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Setiap pekerja bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di area kerja masing-masing, untuk itu dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar K3 di tempat kerja. Setiap pekerja dapat menjadi Safety Officer di area kerjanya, dan seorang Safety Officer harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip dasar K3
Penerapan proses sistem manajemen mutu adalah suatu proses yang merupakan siklus dari perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan perbaikan-perbaikan atas hal-hal yang perlu dilakukan perbaikan sesuai dengan hasil evaluasi. Siklus tersebut tercermin dalam suatu siklus yang dikenal sebagai siklus P-D-C-A (Plan Do Check Action). Tahap perencaan (Plan) dimulai dengan melakukan identifikasi terhadap input yang dibutuhkan dalam melaksanakan suatu proses dan membuat target terhadap hasil yang diharapkan untuk mencapai tujuan. Tahap pelaksanaan (Do) adalah tahapan untuk melakukan semua proses yang telah direncanakan, pada tahapan ini dilakukan perekaman (recording) terhadap semua data-data atas implementasi program yang telah dilakukan. Tahapan pengukuran (Check) adalah tahapan yang dilakukan untuk melakukan pengukuran dan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan program yang telah dilakukan dengan melihat rekaman pelaksanaan program yang telah di lakukan. Dan tahapan yang terakhir adalah tahapan untuk menentukan langkah perbaikan sebagai output dari evaluasi terhadap pelaksanaan program. Untuk itu kami menawarkan program training 1 hari untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh mengenai pelaksanaan setiap item dalam siklus P-D-C-A sehingga dapat menghasilkan suatu hasil manajemen mutu terpadu dan terstandarisasi yang dapat menghasilkan system manajemen yang berkelanjutan
Akhir-akhir ini banyak kasus ledakan tabung elpiji (LPG). Ledakan tersebut bukan hanya menimbulkan kerugian materi tetapi juga terenggutnya nyawa manusia. Apa sebenarnya cara menggunakan dan memasang gas elpiji itu? Belum lama berselang, tabung elpiji atau LPG (Liquefied Petroleum Gas ) meledak dari sebuah rumah di daerah Kapuk Muara, Jakarta. Api pun menjalar dan melahap atap dan dinding rumah. Tak hanya itu, api terus merambat membakar rumah-rumah sekitarnya. Dalam waktu beberapa jam, ratusan rumah pun ludes dilalap api. Ledakan tak hanya menelan korban penghuni rumah. Lebih dari 1.000 orang kehilangan tempat tinggal. Kejadian ledakan tabung gas bukanlah untuk pertama kali. Kejadian serupa hampir terjadi setiap bulan di seluruh Indonesia. Beberapa kasus ledakan tabung telah pula merenggut nyawa
Globalisasi perdagangan saat ini memberikan dampak persaingan sangat ketat dalam segala aspek khususnya ketenagakerjaan yang salah satunya mempersyaratkan adanya perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, tidak terlepas dari upaya pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi melalui Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) guna menjamin terciptanya suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja melalui SMK3 telah berkembang di berbagai negara baik melalui pedoman maupun standar. Salah satunya adalah dengan pembentukan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
1Kecelakaan akan menyebabkan kerugian dan mengurangi keuntungan perusahaan, tetapi masih banyak yang belum mau melakukan tindakan penanggulangan dengan baik dan serius. Padahal kecelakaan sering terjadi ditempat kerja, bahkan terkadang kecelakaan yang sama terulang kembali untuk yang kesekian kalinya, tanpa ada upaya penanggulangan sedikitpun. Salah satu upaya mengurangi kerugian akibat kecelakaan adalah dengan mengadakan analisa setiap kecelakaan yang terjadi dan melakukan tindakan perbaikan agar kecelakaan serupa tidak akan pernah terjadi kembali. Hasil analisa kecelakaan yang baik dan tepat serta diterapkan upaya tindak pencegahannya akan bisa meningkatkan kesadaran keselamatan bagi semua karyawan dan kerugian akibat kecelakaanpun akan berkurang
PROPER adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Program ini bertujuan mendorong perusahaan taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan (environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa, dengan jalan penerapan sistem manajemen lingkungan, 3R, efisiensi energi, konservasi sumberdaya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat
Persaingan global menuntut pelaku industri di Indonesia untuk lebih meningkatkan pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Perusahaan-perusahaan kelas dunia bahkan sudah menjadikan indikator keberhasilan K3 sebagai salah satu faktor yang bisa meningkatkan daya saing dalam pasar global. Keberhasilan peningkatan pelaksanaan program K3 didalam perusahaan tentu tidak bisa dilepaskan dari kemampuan atau kompetensi pelaksana program K3 tersebut. Safety Inspector yang memiliki kompetensi sangatlah dibutuhkan untuk menjamin penerapan K3 secara efektif dan tepat
Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja dan Lingkungan (SMK3L) adalah persyaratan mutlak untuk Perusahaan, Kontraktor, Vendor dan Supplier yang bergerak di indutsri dengan tingkat resiko tinggi seperti industri Oil & Gas, Pertambangan, Petrokimia, dll. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja atau kerugian properti. Kinerja Sistem Manajemen K3L organisasi para Contractor, Vendor dan Supplier akan diaudit terlebih dahulu sebelum mendapatkan kontrak, dikarenakan safety performance mereka akan berakibat pada safety performance perusahaan induk. CSMS akan membantu perusahaan induk yang terdiri dari purchasing sebagai proses seleksi awal kontraktor, pihak HSE and user yang berinteraksi di lapagan dan melakukan penilaian kinerja
Basic Safety Supervisory Skills Training merupakan suatu program training awal yang diberikan kepada mereka akan atau baru mendapatkan suatu perubahan peran dari 'bekerja sendiri' menjadi bekerja 'melalui orang lain'. Kegagalan utama yang sering dialami supervisor baru dalam menjalani proses transisi ini adalah kegagalannya untuk melihat peran barunya dan 'kegagapan'-nya untuk mengemban tugas baru ini
Kesehatan dan keselamatan kerja (K-3) adalah kepentingan pengusaha, pekerja dan pemerintah di seluruh dunia. Menurut International Labour Organization (ILO) setiap hari 6.000 orang meninggal akibat kecelakaan dan penyakit di tempat kerja. Faktor K-3 sangat penting untuk organisasi yang dimana menyangkut berbagai aspek, seperti sumber daya, resiko, biaya dan pemeliharaannya. Dengan adanya standar sistem manajemen untuk keselamatan dan kesehatan kerja, resiko kecelakaan dan kesehatan kerja dapat diperkecil dan karyawan dapat bekerja dengan aman, sehat, dan produktif
Bekerja di dalam ruang terbatas (confined spaces) mempunyai resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja di dalamnya. Oleh karenanya diperlukan aturan dalam rangka memberikan jaminan perlindungan terhadap pekerja dan aset lainnya, baik melalui peraturan perundang-undangan, program memasuki ruang terbatas dan persyaratan ataupun prosedur untuk memasuki dan bekerja di dalam ruang terbatas
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industry maupun domestik/rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah, yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki karena tidak memiliki nilai ekonomis. Hampir di setiap proses dapat kita temukan limbah, mulai dari proses metabolism di dalam tubuh hingga proses-proses industri yang berbasis teknologi tinggi. Salah satu konsekuensi dari setiap penerapan teknologi adalah limbah. Sifat dan karakter limbah beragam tergantung jenisnya serta proses yang terjadi. Pengelolaan limbah industri memiliki nilai penting, terutama dengan semakin ketatnya peraturan lingkungan dan juga berkembangnya kesadaran di masyarakat. Hal yang penting dalam pengelolaan limbah industri adalah usaha mencegah atau menekan beban cemaran limbah seminimal mungkin, yaitu melalui pengendalian proses produksi itu sendiri (konsep produksi bersih). Baru selanjutnya adalah pengolahan limbah agar tidak mencemari lingkungan
Keadaan darurat dapat terjadi di tempat kerja kapan saja dan dapat membahayakan jiwa pekerja dan menimbulkan kerugian pada perusahaan, properti dan lingkungan. Risiko ini perlu diminimalisasi, namun tidak dapat dihilangkan. Keadaan darurat seperti kebakaran, tumpahan bahan kimia, gempa bumi, banjir, bahkan demo atau huru hara yang semakin membudaya di lingkungan masyarakat kita. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, perusahaan harus membentuk organisasi tersendiri dalam menghadapi keadaan darurat, apapun bentuknya. Tanpa persiapan yang baik dalam menghadapi keadaan darurat, kepanikan akan terjadi dan kemungkinan bahaya yang lebih besar akan dialami oleh perusahaan. Kesadaran perusahaan tentang kemungkinan adanya keadaan darurat yang tidak diharapkan, akan meningkatkan kewaspadaan perusahaan
Your company requires evaluation of hazardous, non routine jobs which there are no safe job procedures or approved job safety plans. Certain jobs always require that a safe work permit be issued by a qualified individual. Permit to work is an essential part of safe system or work for most maintenance tasks (not in the workshop), all non routine operational activities, all contractor work (maintenance or project)and all hazardous activities whether routine or non routine